Ad Placement

Pengertian Strategi Pembelajaran Menurut Para Ahli

Pengertian Strategi Pembelajaran Menurut Para Ahli

Pengertian Strategi pembelajaran memang bukanlah hal yang pertama kali dijelaskan.

Sejak dahulu, telah banyak para ahli yang mendefenisikannya atau menjelaskan pengertian strategi pembelajaran ini.

Namun, hal ini harus tetap disampaikan karena hal itu dinilai penting.

Apa sebenarnya strategi dalam pembelajaran itu?

Sebenarnya hal ini hampir serupa dengan metode pembelajaran. Bahkan, beberapa diantara orang mungkin saja menilai bahwa hal ini serupa.

Tetapi, ada sedikit hal yang menjadi pembeda diantara keduanya. Kami telah mengulasnya lebih dalam dalam postingan tentang perbedaan strategi pembelajaran dan media pembelajaran.

Strategi pembelajaran adalah sebuah langkah yang akan dilakukan guru dalam upaya mencapai tujuan pembelajaran.

Itulah defenisi sederhana tentang pengertian strategi dalam pembelajaran.
Mengatasi Keributan di Dalam Kelas

Mengatasi Keributan di Dalam Kelas

Tentunya keributan kelas itu kerap terjadi. Itu mengapa penting bagi guru untuk mengetahui tentang cara mengatasi keributan di dalam kelas.

Jangan merasa heran, bila melihat kelas dengan kondisi yang sangat ribut. Ini adalah hal yang wajar dalam pembelajaran.

Jangan juga memarahi siswa yang ribut itu, tentu saja itu aplikasi dari pengetahuan yang ia miliki.

Mengapa Keributan Kelas Terjadi

Ada beberapa titik yang mengakibatkan keributan kelas terjadi.

Bisa jadi, karena kurangnya profesionalime seorang guru saat mengajar, atau kurangnya kepribadian seorang guru dimata para siswanya.

Ini semua sebenarnya memberi pengaruh bagi keadaan atau kondisi pembelajarannya. Oleh karenanya, ini dianggap penting.

Mari kita lihat lebih jauh.

Guru, adalah sosok inti dalam proses pembelajaran di kelas. Guru, adalah orang nomor satu di kelas. Ia berdiri, dan menjelaskan pembelajarannya.

Semua mata siswa tertuju padanya. Semua ucapannya, didengar oleh para siswanya.

Jadi, dari sini dapat terlihat bahwa peranan guru adalah peranan pemegang inti dalam mengkondisikan hal apapun yang terjadi di dalam kelas.

Ini penting untuk diketahui.

Selain itu, memang terdapat juga faktor dari peserta didik itu sendiri. Misalnya, peserta didik yang memang pribadinya susah untuk diam, atau memang over aktif (terlalu aktif).

Cara Mengatasi Keributan di Kelas

Ada beberapa cara yang dapat dilakukan guru untuk mengatasi keributan kelas ini. Adapun cara itu antara lain sebagai berikut:

1. Catatan Siswa yang Ribut

Catatan siswa yang ribut adalah metode "jadul" yang kerap sekali ditemui dalam lingkup kelas. Hal ini dinilai sangat efektif.

Memilih salah satu siswa, untuk mencatat siapa yang ribut, adalah langkah tepat yang diambil.

Walau terkesan cara yang kuno, faktanya ini memberi pengaruh positif untuk mengatasi keributan di dalam kelas.

Mungkin bagian ini dapat dijadikan landasan, dalam memilih cara mengatasi keributan di kelas yang ada.

2.Bercerita di Depan Kelas
Walau cara ini terkesan unik, faktanya ini dapat memberikan nilai positif untuk mengatasi keributan di kelas.

Mungkin guru perlu mempertimbangkan hal ini untuk mengatasi keributan di kelas itu.

2. Bercerita di Kelas

Ini adalah cara yang mungkin dapat dijadikan sebagai pilihan dalam mengatasi keributan kelas yang ada.

Hal ini dapat diperankan oleh guru atau dapat juga diperankan siswa.

Misalnya, melihat situasi yang ribut, guru dapat membuka cerita di depan kelas.

Ini maksudnya untuk memalingkan perhatian siswa dari hal yang diributkannya.

Dengan bercerita di depan kelas, guru akan dapat lebih mudah mengontrol kelasnya.
Kesalahan Dalam Evaluasi Pembelajaran

Kesalahan Dalam Evaluasi Pembelajaran

Terkadang, terdapat kesalahan dalam evaluasi pembelajaran yang dilakukan guru. Baik itu disengaja, maupun tidak disengaja.

Evaluasi Pembelajaran adalah hal pokok yang perlu diketahui oleh guru, dan semestinya berjalan dengan baik sesuai dengan prosedur yang ada.

Mari ikuti penjelasan berikut ini.

Evaluasi Dalam Pembelajaran

Tentunya evaluasi sangat penting bagi seorang guru dalam kegiatan mengajar mereka. Evaluasi yang baik, tentunya memberi angin segar untuk tercapainya tujuan pembelajaran, dan ini termasuk dalam kurikulum pendidikan.

Evaluasi adalah hal terpenting bagi seorang guru. Bila guru tidak melakukan evaluasi, tentu saja ia tergolong dengan guru yang tidak disiplin.

Evaluasi adalah bagian dari tugas pokok dan fungsi guru. Dengan ia menjalankan evaluasi, maka ia sedang menjalankan tugasnya.

Jangan sampai mengabaikan hal ini, karena ini merupakan komponen penting bagi kegiatan pembelajaran guru. Terlebih lagi, ini juga merupakan penerapan dari kompetensi guru, yaitu kompetensi profesional.

Evaluasi adalah langkah akhir dari kegiatan pembelajaran, tetapi ini bukan berarti menutup pembelajaran itu.

Evaluasi juga dapat diistilahkan sebagai refleksi, atau melihat kendala yang terjadi. Refleksi dimaksudkan dimana guru mengkaji ulang, tentang sejauh mana pembelajaran yang diajarkannya berhasil.

Bila pembelajarannya itu mendapat kendala, maka ia akan melihat dimana letak kesalahan yang terjadi. Apakah dari sisi penyampaian materi, soal yang disajikan dalam evaluasi, atau sebagainya.

Kesalahan Dalam Evaluasi Pembelajaran

Ada beberapa kesalahan, baik yang kecil maupun yang besar dalam kegiatan pembelajaran yang dilakukan guru.

Kesalahan tersebut terangkum dalam beberapa hal berikut ini.

1. Timing (waktu)

Mengapa timing bagian dari kesalahan dalam evaluasi? Ini karena waktu adalah hal inti dalam setiap kegiatan yang dilakukan.

Memberikan waktu yang terlalu singkat, tentu saja membuat kegiatan evaluasi tidak akan berjalan dengan baik.

Sementara, waktu yang terlalu lama, juga akan mengakibatkan evaluasi tidak berjalan efektif.

Oleh karenanya, sebaiknya mengukur waktu sesuai dengan jumlah soal yang diuji waktu itu. Ini akan membuat evaluasi itu bermakna bagi peserta didik.

2. Soal Uji

Terkadang, soal uji yang disajikan guru perlu penyesuaian dengan baik terhadap pembelajaran yang disajikan.

Soal uji yang tidak sesuai, tentu saja merupakan kesalahan dalam evaluasi pembelajaran. Jangan sampai hal ini terjadi, karena akan membuat evaluasi itu tidak bermakna.

3. Kondisi

Kondisi merupakan hal yang perlu diperhatikan. Banyak sekali kesalahan kecil yang mencakup kondisi ini.

Terkadang, dalam melakukan evaluasi terlihat prosesnya tidak bernilai, seperti terdapat keributan kelas, tata kelas yang kurang rapi, dan lain sebagainya.

Sebaiknya, hal ini menjadi perhatian bagi seorang guru.
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Guru

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Guru

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) guru adalah bagian terpenting bagi seorang yang memiliki profesi sebagai seorang guru.

Ini akan berisi tentang rencana mereka dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran. Didalamnya, memuat tentang tujuan pembelajaran mereka, strategi pembelajaran, metode pembelajaran, media pembelajaran, dan sebagainya.

Lantas, apa sebenarnya rencana pembelajaran guru itu? Mari ikuti penjelasan ini.

Pengertian Rencana Pembelajaran (RPP)

RPP merupakan sebuah istilah yang kerap sekali disebutkan dan dikaitkan oleh seorang guru. RPP merupakan singkatan dari Rencana Pelaksanaan Pembelajaran.

Fungsi RPP

RPP sangat memberi pengaruh bagi kualitas pembelajaran yang diajarkan guru. Ada beberapa fungsi RPP yang mungkin perlu untuk diketahui, yaitu sebagai berikut.

1. Sebagai Pengontrol

Terang saja, RPP berfungsi sebagai pengontrol guru dalam melaksanakan kegiatan pembelajarannya di kelas.

Ini dimaksudkan untuk materi ajar mereka. Guru tentunya membuat tujuan pembelajaran dalam rencana mereka.

Ketika mereka mengajar di kelas, tentunya tidak lari dari tujuan pembelajaran itu sendiri. Maka disinilah fungsi dari RPP ini, sebagai pengontrol keberlangsungan kegiatan belajar mereka.

2. Sebagai Kredit

Terkadang, tidak bisa dipungkiri bahwa seorang guru perlu memperhatikan kredit tentang dirinya. Ini berkaitan dengan kompetensi guru yang diembannya.

Sebagai kredit maksudnya adalah penilaian khusus bagi seorang guru. Bila mereka menjalankan tugasnya dengan baik, termasuk menyelesaikan RPP nya, maka guru itu akan dinilai baik oleh atasan mereka, yang dalam hal ini Kepala Sekolah.

Walau ini merupakan tugas dan tanggun jawabnya, tetapi bila ia menyelesaikannya tepat waktu, maka akan memberikan nilai baik bagi guru tersebut.