Hakikat Evaluasi Pembelajaran Pendidikan

Evaluasi pembelajaran memang bukanlah perkara yang baru lagi dalam dunia pendidikan.

Istilah ini sudah sering sekali disebut-sebut.

Terlebih lagi bagi seorang guru, tentu istilah ini bukanlah istilah yang asing lagi bagi mereka.

Evaluasi memang kerap sekali didengar, karena hal ini dinilai baik untuk perkembangan suatu kegiatan tertentu.

Tanpa hadirnya evaluasi, atau bila evaluasi itu tidak diterapkan dalam sembuah kegiatan, maka tentu kegiatan itu tidak akan berkembang lebih baik.

Disinilah letak pentingnya evaluasi itu dipahami untuk diterapkan.

Tentunya, setiap program atau kegiatan apapun itu membutuhkan sebuah tindakan evaluasi terhadapnya demi mencapai perkembangan yang lebih baik.

Begitu juga halnya dengan pembelajaran, tentu membutuhkan sebuah evaluasi.

Disini, akan dijelaskan tentang evaluasi pembelajaran yang dimaksudkan itu.

Mari kita mulai pembahasan ini.

Defenisi Evaluasi Pembelajaran

Evaluasi pembelajaran memegang dua peranan penting.

Adapun ketiga peranan yang dimaksudkan itu antara lain yaitu:
  1. Pengukuran
  2. Penilaian
Kedua istilah ini, merupakan istilah yang dilakukan sebelum melakukan evaluasi terhadap sesuatu apapun itu.

Sebelum melakukan evaluasi, maka pada dasarnya seseorang itu melakukan pengukuran terlebih dahulu.

Lalu kemudian setelah melakukan pengukuran, maka ia akan melakukan penilaian.

Setelah keduanya itu dilakukan, maka barulah ia melakukan suatu evaluasi.

Jadi, dalam evaluasi, setiap orang harus melakukan pengukuran dan penilaian terlebih dahulu.

Prinsip Evaluasi Pembelajaran

Prinsip evaluasi pembelajaran yang paling umum ditemui adalah prinsip triangulasi.

Prinsip triangulasi yang dimaksudkan itu yakni adanya hubungan erat antara komponen-komponen yang ada.

Triangulasi yang dimaksudkan itu antara lain yakni:
  1. Tujuan pembelajaran
  2. Kegaitan pembelajaran (KBM)
  3. Evaluasi
Ketiga komponen ini dapat digambarkan dalam bagan di bawah ini:

Alat Evaluasi Pembelajaran

0 komentar