Kurikulum Pendidikan

kurikulum-pendidikan

Kurikulum Pendidikan memegang peranan penting dalam keberlangsungan pendidikan di tanah air.

Bagaimana tidak, kurikulum merupakan bagian yang menjadi acuan dalam melaksanakan berbagai bentuk program pendidikan.

Segalanya tentang guru, tentang siswa, program sekolah, materi ajar, dan lain sebagainya adalah bagian yang dimuat dalam kurikulum.

Kurikulum yang baik, tentunya akan membuka peluang akan terciptanya pendidikan yang baik pula.

Dengan demikian, akan timbul harapan untuk hasil manusia (peserta didik) yang berkualitas pula.

Maka dari itu, kurikulum pendidikan adalah bagian yang sangat penting untuk dibahas.

Pengertian Kurikulum Pendidikan

Apa sebenarnya yang dimaksudkan dengan kurikulum pendidikan itu?

Pertanyaan ini adalah pertanyaan yang sangat wajar.

Tetapi, bagi seorang praktisi pendidikan semestinya mengetahui hal ini walau dalam aspek yang sederhana.

Seperti yang telah dijelaskan dalam pengantar awal di atas, disebutkan bahwa kurikulum memegang peranan penting dalam keberlangsungan pendidikan di tanah air.

Maka dari itu, untuk mengetahui pengertian atau defenisi dari kurikulum pendidikan ini, terlebih dahulu akan dibahas tentang apa yang dimaksud dengan kurikulum itu.

Mari kita mulai.

Kurikulum

Bila dikaji dari segi bahasa, kurikulum berarti

Melihat deskripsi tentang kurikulum dan pendidikan yang telah dijelaskan di atas, maka dapatlah diambil kesimpulan bahwa kurikulum pendidikan itu adalah segala hal yang terjadi dalam lingkungan sekolah.

Hal ini mencakup pada program-program sekolah, kegiatan siswa, materi ajar, peran guru, waktu pelajaran, dan sebagainya yang memiliki keterkaitan dengan pembelajaran di lembaga sekolah.

Kurikulum tidak terbatas hanya pada bidang yang tampak saja, melainkan kurikulum juga mencakup bagian yang tersembunyi.

Ada sebuah istilah dalam pembahasan ini, dan kajiannya lebih mendalam.

Adapun yang dimaksudkan itu adalah kurikulum tersembunyi.

Maksudnya, ada beberapa aturan atau bahan acuan untuk diterapkan dalam lingkungan pendidikan, namun tidak tertulis dalam dokumen kurikulum.

Hal ini juga tidak bisa diabaikan begitu saja.

Salah satu contoh kurikulum tersembunyi adalah seperti parfum atau wewangian yang digunakan oleh guru, pakaian guru, dan lain sebagainya.

Hal ini tidak terlihat dalam dokumen kurikulum, tetapi hal ini juga dibuatkan sebagai acuan dan tentunya dimaksudkan untuk mencapai tujuan pendidikan nasional.

Tujuan Kurikulum Pendidikan

Kurikulum pendidikan seperti yang telah dijelaskan di atas, tentunya memiliki tujuan tersendiri.

Tentunya, kurikulum pendidikan akan menjadi sesuatu yang tidak berguna bilamana tidak memiliki keterkaitan antara susunan kurikulum dan tujuan pendidikan nasional.

Berikut ini merupakan beberapa tujuan kurikulum pendidikan, antara lain sebagai berikut:

  1. Memandu keberlangsungan kegiatan (program) lembaga sekolah.
  2. Memandu guru dalam menentukan tujuan belajar mereka.
  3. Memandu lembaga untuk menyusun rencana kerja yang baik disesuaikan dengan tujuan lembaga.
  4. Sebagai bahan evaluasi di masa mendatang.

Tujuan kurikulum mendatangkan berbagai hal yang dirasa dapat menunjang lembaga menuju cita-cita pendidikan secara nasional.

Maka dari itu, kurikulum merupakan sebuah elemen penting yang tidak dapat ditinggalkan.

Jangan sampai, kehadiran kurikulum yang sudah dibuat secara jelas dan rinci dalam sebuah dokumen, hanya terpampang begitu saja tanpa ada aplikasi.

Terkadang, tidak seluruh unit di lembaga sekolah misalnya, yang dapat menghafal secara lengkap tentang kurikulum ini.

Maka dari itu, hal ini perlu dibukukan atau dibuatkan semacam dokumen, agar kiranya dapat dibaca atau dilihat kembali.

Kurikulum Dokumen dan Non Dokumen

Saya membaginya menjadi dua bagian, yaitu kurikulum dokumen dan non dokumen.

Sebenarnya, istilah ini bukanlah istilah yang baru diutarakan.

Maknanya adalah bahwa dalam pembuatan kurikulum ini, ada yang tertulis secara detail dan dirumuskan dalam sebuah dokumen, ada pula yang tidak tertulis.

Namun, keduanya tetap memegang prinsip yang sama, yaitu berorientasi pada tujuan akhir dari pendidikan nasional.

Dimulai Dari Kurikulum Dokumen

Dari istilahnya saja mungkin sudah dapat dipahami.

Kurikulum dokumen yang dimaksudkan disini adalah bentuk kurikulum yang sudah dirancang dan tertuang dalam sebuah dokumen.

Umumnya, hal ini memang ada dalam lembaga sekolah.

Anda dapat mencarinya dengan menanyakan ke bagian yang tepat di salah satu lembaga.

Kurikulum dokumen biasanya akan terlihat seperti gambar berikut ini:

Hal ini akan terlihat seperti sebuah makalah.

Kurikulum dokumen tentunya dilengkapi dengan cover, kata pengantar, daftar isi, tujuan pendidikan secara umum, kurikulum lokal, dan lain sebagainya.

Cara membuatnya tentu saja memandang dari prinsip kurikulum itu sendiri.

Walau demikian, tidak terbatas pada itu.

Kurikulum dapat ditambahkan sesuai dengan kebutuhan lembaga itu sendiri.

Kurikulum Non Dokumen

Apa yang dimaksud dengan kurikulum non dokumen ini?

Sebenarnya, maksud dari kurikulum non dokumen ini adalah kebalikan dari kurikulum dokumen.

Bila kurikulum dokumen itu seperti yang dijelaskan sebelumnya berarti kurikulum yang tertulis, maka makna dari kurikulum non dokumen ini adalah kurikulum yang tidak tertulis.

Kurikulum non dokumen ini biasa disebut dengan kurikulum tersembunyi (hidden curriculum).

Kurikulum ini tidaklah tertulis.

Bila anda ingin melihatnya, maka anda tidak akan menemukannya dalam lembaga sekolah.

Ini tidak terdokumen, tetapi ada dan dilaksanakan.

Uniknya, mungkin sebagian orang tidak menyadari bahwa dia sedang melakukan kurikulum non dokumen ini.

Kedua penjelasan tentang kurikulum dokumen dan kurikulum non dokumen di atas merupakan hal yang penting untuk diketahui bagi seorang guru.

0 komentar