5 Tips Menyikapi Guru Yang Tidak Disiplin

Banyak cara menyikapi guru yang tidak disiplin. Dalam hal ini, sebenarnya keseluruhan itu bergantung pada keputusan atau kebijakan kepala sekolah.

Guru sejatinya adalah sosok yang digugu dan ditiru. Namun terkadang kerap juga ditemui sebaliknya. Jangan sampai hal ini diabaikan begitu saja.

Guru Yang Tidak Disiplin

Apa sih sebenarnya makna dari guru yang tidak disiplin itu? Atau kah dia yang tidak hadir tepat waktu saja? Atau dia yang tidak mengerjakan tugas?

Sebenarnya, keduanya itu adalah perilaku yang tidak terpuji untuk seorang guru. Kehadiran dan melaksanakan tugas adalah bentuk dari tugas pokok dan fungsi guru.

Ada beberapa sikap yang mungkin dapat dijadikan sebagai landasan dalam menilai apakah guru itu disiplin atau tidak.

Hal itu seperti, terlambat datang ke sekolah, tidak menyiapkan rencana pembelajaran (RPP), tidak menyelesaikan silabus, dan lain sebagainya.

Beberapa Tips Menyikapi Guru Yang Tidak Disiplin

Menyikapi berbagai hal di atas, ada beberapa hal yang dijadikan masukan untuk menyikapi guru yang tidak disiplin.

Adapun hal itu antara lain sebagai berikut:

1. Teguran Lisan

Ini merupakan hal yang utama dilakukan seorang pemimpin bilamana mendapati gurunya tidak disiplin dalam menjalankan tugas.

Teguran lisan berupa menegur perilaku guru yang tidak disiplin itu. Misalnya, guru terlambat hadir ke sekolah. Lalu, sang pemimpin (Kepala Sekolah) memanggilnya ke kantor, dan memberitahukan tentang sikap yang tidak baik itu.

Hal ini, diyakini akan memberikan nilai positif bagi guru itu. Berikan peringatan, dan berikan contoh yang baik.

Motivasi adalah hal pokok dalam hal ini. Sebaiknya, berikan ia motivasi sebagai upaya perbaikan sikap di masa mendatang.

Jarang sekali pemimpin menerapkan motivasi ini. Tetapi, ini bernilai efektif. Maka sebaiknya, berikan motivasi bagi guru yang melanggar itu.

Jangan berkata keras dalam hal ini. Karena itu tidak dibutuhkan oleh sang guru. Telusurilah lebih jauh tentang kendala yang dihadapinya. Siapa tau, sikap itu terjadi karena sesuatu hal yang penting. Jangan sampai bernada tinggi, karena itu menurunkan wibawa sang pemimpin.

2. Teguran Tulisan

Siapa yang tidak kenal dengan istilah tulisan. Ini dimaksudkan agar sang guru merasa bersalah akan sikapnya.

Teguran tulisan merupakan bagian kedua, setelah teguran lisan. Ini jauh lebih berarti sebenarnya bila mereka merasakannya.

Setiap orang, bila diberikan teguran tulisan, maka tentunya akan tersinggung dan merasa bersalah diri. Dengan ini, nantinya akan membuka peluang akan terciptanya perubahan perilaku.

Ini berupa teks sederhana, yang berupa peringatan kepada guru. Karena sifatnya terlihat, maka semestinya ini memberikan efek jera bagi si pelanggar.

Lihatlah Contoh Surat Teguran Lisan Guru sebagai panduan bilamana ini menerapkannya di lembaga anda.

3. Pemberhentian Dengan Hormat

Ada beberapa jenis pemberhentian, yaitu pemberhentian dengan hormat dan pemberhentian dengan tidak hormat.

Keduanya sebenarnya hampir sama, hanya saja bentuk surat dari pemberhentian itu sedikit berbeda. Efek sampingnya juga akan memberikan pengaruh buruk bagi penderita, bilamana pemberhentian itu dengan tidak hormat.

Ini merupakan langkah terakhir untuk menyikapi guru yang tidak disiplin. Tentu saja, ini hal yang merugikan bagi sang guru.

Tetapi, sebelum melangkah lebih jauh, sebaiknya pikirkan dan diskusikan secara matang kepada rekan guru lainnya, atau yang berkaitan.

Karena, ini akan sangat merugikan guru yang bersangkutan itu, dan ia akan tidak bekerja lagi. Maka perlu kewaspadaan dalam hal ini.

0 komentar